Salah satu patogen yang menyebabkan kerusakan pada tanaman dan sulit dikendalikan adalah dari golongan bakteri. Bakteri tersebut bahkan menyebabkan petani gagal panen. Contohnya saja Ralstonia solanacearum yang dulunya dikenal dengan nama Pseudomonas solanacearum merupakan bakteri patogen tular tanah yang menyebabkan layu pada berbagai jenis tanaman budi daya. Belum lagi bakteri lain yang menyebabkan kerusakan pada tanaman seperti Xanthomonas oryzae penyebab hawar daun bakteri, Clavibacter michiganensis penyebab penyakit busuk cincin bakteri pada kentang dan masih banyak yang lainnya. Besarnya potensi bakteri sebagai patogen tumbuhan, menuntut kita untuk lebih banyak mengetahui tentang bakteri patogen tumbuhan.
Hal itulah yang mendasari tema “Bakteri Patogen Tumbuhan” pada seminar online seri ke-9 Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Unila. Seminar online ini dilaksanakan pada tanggal 9 September 2020 live di Jurusan Proteksi Tanaman dan dibuka langsung oleh Wakil Dekan I FP, Unila, Prof. Purnomo. Peserta seminar ini mencapai 626 yang berasal dari akademisi, kementrian, pelaku pertanian dan masyarakat umum. Narasumber pada seminar ini berasal dari kalangan akademisi yang ahli dibidangnya yaitu Prof. Siti Subandiyah, Prof. Hadiwiyono, dan Dr. Suskandini Ratih serta dimoderatori oleh Ivayani, M.Si dari Proteksi Tanaman, Unila.

Narasumber pertama yaitu Prof. Siti Subandiyah merupakan dosen senior di Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan dan Bioteknologi, Universitas Gadjah Mada. Beliau menyampaikan materi mengenai “Arti penting bakteri patogen tumbuhan saat ini dan di masa depan”. Materi ini sangat bermanfaat sebagai dasar pengetahuan mengenai bakteri patogen tumbuhan dan tantangannya di masa depan. Narasumber kedua berasal dari Fakultas Pertanian, Universitas Negeri Semarang yaitu Prof. Hadiwiyono. Beliau memaparkan materi mengenai “Teknik pengendalian bakteri patogen tumbuhan”. Materi ini banyak memberikan informasi mengenai berbagai teknik atau strategi yang dapat dilakukan untuk mengendalikan bakteri patogen tumbuhan. Narasumber ketiga yaitu Dr. Suskandini Ratih merupakan dosen senior di Jurusan Proteksi Tanaman, FP. Unila. Beliau memaparkan materi mengenai “Studi kasus pemanfaatan agensia hayati untuk mengendalikan penyakit hawar daun bakteri padi”. Dengan berbagai informasi yang diperoleh dari narasumber menjadi gambaran bagi mahasiswa dan pelaku pertanian untuk lebih mengenal bakteri sebagai patogen tumbuhan sehingga berbagai strategi pengendalian dapat dilakukan untuk mengurangi kerusakan tanaman.
