Kegiatan Praktik Pengenalan Pertanian (P3) Mahasiswa Proteksi Tanaman angkatan 2018

Himpunan Mahasiswa Proteksi Tanaman (Himaprotekta) menjadi panitia kegiatan Praktik Pengenalan Pertanian (P3) mahasiswa proteksi tanaman 2018 pada hari Selasa – Senin, 8 – 14 Januari 2019 di Desa Kebagusan, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung . Kegiatan ini merupakan mata kuliah wajib satu sks. Peserta yang mengikuti kegiatan P3 atau homestay sebanyak 37 mahasiswa proteksi tanaman angkatan 2018. Dalam kegiatan ini peserta diharuskan untuk mengikuti kegiatan para petani induk semang masing-masing mulai dari pagi sampai sore hari. Kegiatan yang dilakukan oleh peserta tidak lain meliputi bagaimana induk semang merawat pertanamannya seperti menyiangi gulma di kebun, mencari keong mas di lahan persawahan, dan pemangkasan. Tidak hanya perawatan, peserta juga belajar tentang pemanenan dan mempraktikannya. Selain kegiatan pertanian, peserta juga ikut aktif dalam kegiatan social yang ada di desa tersebut. Misalnya kegiatan pengajian yang diadakan oleh ibu-ibu rumahtangga setempat, kerjabakti, dan kegiatan sosial lainnya.

Selain mahasiswa, Dosen-dosen Jurusan Proteksi Tanaman juga aktif terlibat. Dosen selalu datang mengunjungi peserta setiap hari secara bergantian. Tak hanya datang berkunjung, dosen juga memberikan penyuluhan pertanian tentang hama dan penyakit penting pada pertanaman yang ada di desa tersebut. Respon induksemang dan warga sekitar cukup baik terhadap kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh Dosen Proteksi Tanaman ini.

Kegiatan Praktik Pengenalan Pertanian (P3) ini bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa baru Proteksi Tanaman pada dunia pertanian secara nyata karena dalam kegiatan ini mereka dapat benar-benar merasakan kehidupan petani yang sesungguhnya. Kegiatan ini harus dilakukan karena sebagian dari mahasiwa pertanian bukan berasal dari keluarga petani dan tidak berasal dari pedesaan. Maka, diharapkan setelah kegiatan ini berlangsung mahasiswa Proteksi Tanaman lebih menghargai setiap hasil dari produk pertanian karena proses menghasilkan produk pertanian cukup sulit dan sering disepelekan. Diharapkan pula setelah kegiatan ini selesai, hasilnya dapat membangkitkan semangat  mahasiswa Proteksi Tanaman untuk membangun pertanian di Indonesia menuju arah yang lebih baik lagi.