Kunjungan Agroekosistem

More »

Seminar Regional Pengendalian Hayati

More »

Pengukuhan Profesor Hasriadi Mat Akin & Profesor Rosma Hasibuan

More »

Pengabdian Kepada Masyarakat

More »

 

Seminar Online “Membangkitkan Semangat Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) di Indonesia”.

Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) merupakan suatu sistem pengelolaan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dengan pendekatan ekologi yang bersifat multidisiplin untuk mengelola populasi hama dan penyakit dengan memanfaatkan beragam strategi pengendalian yang kompatibel dengan tujuan menekan populasi hama dan penyakit tumbuhan. PHT diharapkan menjadi salah satu upaya penerapam pertanian yang berkelanjutan karena ikut dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Oleh sebab itu PHT harus semakin digalakkan dan diterapkan di seluruh pertanian di Indonesia. Hal ini lah yang melandaskan Jurusan Proteksi Tanaman FP Unila mengadakan webinar ketujuh dengan tema “Membangkitkan Semangat Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) di Indonesia”.

Seminar ini telah dilaksanakan pada hari selasa, 4 Agustus 2020 live di Jurusan Proteksi Tanaman FP Unila. Seminar ini dibuka langsung oleh Wakil Dekan I, Prof. Purnomo dan dimoderatori oleh Puji Lestari, M.Si. seminar ini mendatangkan narasumber dari bidang akademisi yaitu Prof. Rosma Hasibuan dari Jurusan Proteksi Tanaman Universitas Lampung dan Prof. Edhi dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Universitas Gadjah Mada. Peserta yang mendaftar pada seminar ini mencapai 750 orang yang terdiri dari akademisi, peneliti, wira usaha dan petani.

Prof. Rosma Hasibuan menyampaikan materi mengenai “Pengelolaan Agroekosistem dan Pemanfaatan Musuh Alami dalam Program PHT”. Menurut beliau, mekanisme PHT berfokus pada pencegahan jangka panjang dari hama dan penyakit atau kerusakan yang disebabkannya dengan memanajemen ekosistem. Berbagai cara pengelolaan HPT yang bisa diterapkan sesuai prinsip PHT seperti pengaturan jarak tanam, penggunaan musa atau physical barriers, dan pemanfaatan musuh alami. Dengan beberapa taktik pengendalian HPT tersebut, diharapkan menjadi penerapan PHT yang mampu mencegah hama dan penyakit tumbuhan dalam jangka panjang serta tetap menjaga keseimbangan ekosistemnya.

Prof. Edhi Martono menyampaikan materi mengenai “Pengelolaan Hama Terpadu di Bawah Bendera Evolusi”. Materi ini banyak bercerita mengenai kondisi PHT di Indonesia dimulai dari cara pandang masyarakat terhadap program PHT hingga penerapan PHT di Indonesia. Webinar seri ketujuh ini membuka mindset kita bahwa pentingnya membangkitkan kembali semangat PHT terutama bagi generasi muda di era industri 4.0 ini sehingga pertanian di Indonesia tetap berjalan berkelanjutan.

Seminar Online “Nematoda Parasit Tumbuhan”

Seminar online seri ke enam Jurusan Proteksi Tanaman telah dilaksanakan pada Kamis, 23 Juli 2020 pukul 09.30 live di Proteksi Tanaman FP Unila. Seminar dengan tema “Nematoda Parasit Tumbuhan” dibuka langsung oleh Dekan FP Unila, Prof. Irwan Sukri Banuwa dan dipandu oleh Auliana Afandi, Ph.D salah satu dosen Proteksi Tanaman Unila. Diketahui bahwa total peserta yang mendaftar seminar online ini mencapai 1127 orang dari berbagai kalangan seperti peneliti, akademisi, pengusaha hingga petani.

Narasumber seminar kali ini didominasi oleh kalangan akademisi dari beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia. Nara sumber pertama adalah Dr. Lisnawati berprofesi sebagai dosen Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. Beliau memaparkan materi mengenai Teknik Pengendalian Nematoda Parasit Tumbuhan. Narasumber kedua adalah Dr. Siwi Indarti yang berprofesi sebagai dosen di Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Universitas Gadjah Mada dengan tema Nematoda Parasit Tumbuhan: Arti Penting dan Pengelolaannya di Masa Depan. Narasumber terakhir adalah Dr. I Gede Swibawa berprofesi sebagai dosen Jurusan Proteksi Tanaman FP Unila dengan tema Keragaman dan Pengelolaan Nematoda pada Pertanaman Kopi di Lampung.

Nematoda merupakan golongan cacing yang bisa hidup di dalam ataupun luar permukaan tumbuhan. Terdapat berbagai nematoda yang bertindak sebagai parasit tumbuhan contohnya Meloidogyne sp. Nematoda tersebut akan menyebabkan tanaman menjadi sakit dengan gejala puru akar. Berbagai upaya harus dilakukan untuk mengendalikan nematoda parasit tumbuhan dimulai dari pengendalian biologi hingga penggunaan pestisida. Semua kajian tentang nematode telah dibahas oleh narasumber dalam seminar online tersebut.

Seperti yang kita tahu bahwa penelitian mengenai nematoda masih minim. Hal ini karena ketertarikan mahasiswa atau peneliti tentang nematoda sangat sedikit. Dengan adanya seminar online mengenai nematoda membuka wawasan pentingnya mempelajari nematoda sebagai salah satu parasite tumbuhan. Selain itu, seminar ini juga membuka wawasan bagi mahasiswa dan peneliti untuk kembali menekuni penelitian mengenai nematoda khususnya di Indonesia.

Webinar “Sebuah Inspirasi dari Amerika Serikat: Persiapan Menghadapi Era New Normal di Universitas”

Seminar online seri kelima jurusan Proteksi Tanaman telah dilaksanakan dengan lancar, Jum’at 10 Juli 2020 live di Proteksi Tanaman FP Unila. Tema seminar online kali ini berbeda pada seminar online sebelumnya yang memaparkan keilmuan di bidang proteksi tanaman. Seminar yang berjudul “Sebuah Inspirasi dari Amerika Serikat: Persiapan Menghadapi Era New Normal di Universitas”  ini mengajak kita untuk mempersiapkan kehidupan new normal di masa pandemic terutama di bidang pendidikan. Sama seperti seminar online sebelumnya, webinar ini juga dibuka secara langsung oleh Dekan FP Unila, Prof. Irwan Sukri Banuwa dan dipandu oleh Ir. Titik Nur Aeny, M.Sc sebagai moderator.

Nara sumber yaitu Prof. Dr. Ir. Iin Handayani, M.Sc berprofesi sebagai dosen dari  Murray State University, Kentucky-USA. Beliau adalah nara sumber yang sangat ramah, interaktif dan inspiratif. Beliau banyak berbicara mengenai persiapan menghadapi new normal di Universitas khususnya di Murray State University. Selain memaparkan materinya, beliau juga mengajak peserta untuk melihat keindahan gedung Murray State University. Terselip juga sambutan perkenalan dari Murray State Dean, Dr. Tony Brannon dan mahasiswa Hutson School of Agriculture. Academic areas yang ada di Hutson School of Agriculture diantaranya Agriculture Science, Animal and Equine Science, and Pre-Vaterinary Medicine & Vaterinary Technology. Selain memberikan sambutan, Dr. Tony Brannon juga memperlihatkan fasilitas seperti laboratorium, rumah kaca dan lapangan terpadu serta kegiatan non akademisnya yaitu club dan organisasi mahasiswa.

Di masa pandemic ini, kita tahu bagaimana terkejutnya pelaku pendidikan seperti dosen/guru, mahasiswa baik di sekolah hingga Universitas menghadapi perubahan drastis dalam dunia pendidikan karena pandemic Covid-19. Walaupun demikian, pendidikan harus tetap berlangsung baik siswa ataupun mahasiswa harus tetap belajar. Menurut Prof. Iin Handayani, terdapat empat fase respon pendidikan tinggi terhadap Covid-19 dalam menghadapi new normal. Fase pertama adalah Rapid transition to remote teaching and learning yang terjadi pada bulan Februari hingga Maret 2020. Fase kedua adalah (Re) Adding basics yang terjadi pada bulan April hingga Juli 2020. Fase ketiga adalah Extended transition during continued turmoil yang berlangsung pada Agustus hingga Desember 2020 dan fase terakhir adalah Emerging new normal yang akan berlangsung tahun 2021 hingga seterusnya. Perlu diketahui bahwa kita sedang berada di fase ketiga yaitu fase dimana sedang mempersiapkan new normal dan belajar untuk beradaptasi dengan kondisi pandemic ini.

Banyak sekali kalimat beliau yang bisa dijadikan inspirasi bagi generasi muda untuk terus memajukan pendidikan. Mahasiswa sebagai young generation harus bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat agar jangan menyerah dalam kondisi apapun. Selain berprofesi sebagai dosen, Prof. Iin Handayani adalah seorang youtuber aktif. Usia tidak menjadi penghalang bagi beliau untuk terus berjiwa muda dan menginspirasi. Teruslah berkarya dan terima kasih atas kesempatannya Ibu Prof. Iin Handayani.

Webinar “Manajemen Resistensi Hama terhadap Insektisida”

Proteksi Tanaman Unila telah melaksanakan seminar online keempat pada Kamis, 9 Juli 2020 live di Jurusan Proteksi Tanaman, FP Unila. Seminar yang mengusung tema “Manajemen Resistensi Hama terhadap Insektisida” dibuka langsung oleh Dekan FP Unila, Prof. Irwan Sukri Banuwa. Seminar ini mendatangkan nara sumber dari berbagai kalangan dimulai dari dosen hingga praktisi pertanian. Seminar ini membahas mengenai penggunaan insektisida sebagai salah satu metode pengendalian hama, namun dengan penggunaan yang bijak sehingga bisa meminimalkan terjadinya resistensi hama tanaman khususnya dalam hal aplikasi pestisida.

 

Nara sumber dalam seminar ini yaitu Prof. Hamim Sudarsono yang berasal dari jurusan Proteksi Tanaman, FP Unila. Beliau memaparkan materi yang berjudul “Mekanisme Resistensi Serangga terhadap Insektisida”. Materi ini membahas mengenai pengaruh insektisida pada serangga diiringi dengan perkembangan resistensi dalam populasi. Beliau juga memberikan gambaran mengenai resistensi wereng coklat terhadap insektisida. Nara sumber selanjutnya merupakan Executive Director CropLife Indonesia, Agung Kurniawan, S.S Ing. Beliau memaparkan materi berjudul “Protokol Keamanan Penggunaan Pestisida”. Beliau banyak berbicara mengenai peran CropLife dalam memberikan arahan mengenai penggunaan pestida secara bijak. Selain itu beliau juga menyampaikan materi mengenai strategi penggunaan pestisida berdasarkan konsep PHT dengan mengikuti lima aturan emas.

Nara sumber terakhir adalah Dr. Danarsi Diptaningsari yang berasal dari BPTP Lampung. Beliau menyampaikan materi berjudul “Resistensi Wereng Batang Cokelat terhadap Imidakloprid”. Materi ini berbicara mengenai studi kasus WBC yang ada di Indonesia dimulai dari serangannya, sebarannya dan resistensinya terhadap imidakloprid. Seminar ini dipandu oleh Puji Lestari, M.Si sebagai moderator. Peserta yang mendaftar berasal dari berbagai instansi pemerintah dan swasta, lembaga penelitian dan kalangan umum yang berbagai daerah di Indonesia. Selain sebagai sarana silaturahmi, seminar ini juga bermanfaat karena banyak memberikan informasi kepada pelaku pertanian mengenai aplikasi pestisida yang bijak dan tepat sasaran untuk mengendalikan serangan hama pada tanaman yang ada di Indonesia.

Webinar “Virus Tumbuhan dan Variasi Genetiknya”

Seminar online ketiga jurusan Proteksi Tanaman telah dilaksanakan Jum’at, 3 Juli 2020. Seminar yang mengusung tema “Virus Tumbuhan dan Variasi Genetiknya” mendatangkan nara sumber dari bidang virology tumbuhan. Peserta seminar online ini terdiri dari dosen, mahasiswa, alumni, dan praktisi di bidang pertanian. Seminar dibuka secara langsung oleh Dekan FP Universitas Lampung, Prof. Irwan Sukri Banuwa.

 

Di masa pandemic Covid-19 ini, tema yang diusung pada seminar online ini sangat cocok karena memberikan informasi yang bermanfaat bagi peserta untuk lebih mengenal lagi tentang virus dan variasi genetiknya, khususnya virus tumbuhan. Nara sumber yang didatangkan juga ahli dibidangnya. Nara sumber pertama berasal dari Institut Pertanian Bogor yaitu Dr. Tri Asmira Damayanti. Beliau merupakan dosen di Departemen Proteksi Tanaman, IPB dengan focus di bidang virology tumbuhan. Materi yang disampaikan berjudul “Virus Tumbuhan dan Tantangannya di Masa Depan”. Materi ini membahas tantang pengenalan virus, bagaimana gejala, serangan dan penyebarannya. Selain itu, materi ini juga membahas mengenai masalah dan tantangan serta arah penelitian virus tumbuhan di masa depan.

Nara sumber kedua yaitu Prof. Hasriadi Mat Akin yang merupakan dosen Proteksi Tanaman, FP, Unila di bidang virology tumbuhan. Selain itu, beliau merupakan Rektor Unila yang baru saja mengakhiri jabatannya di bulan April 2020. Beliau memaparkan materi berjudul “Variasi Genetik dan Deteksi Molekuler Peanut stripe virus (PStV) dari Berbagai Daerah di Indonesia”. Materi ini membahas mengenai kondisi PStV di Indonesia, variasi gejala dan penyebarannya. Disamping itu beliau juga menjelaskan variasi genetic dari virus ini serta deteksi secara molekuler sebagai deteksi cepat untuk mengetahui keberadaan dan keragaman genetic dari virus ini. Peserta seminar sangat antusias mengikuti seminar online yang dilaksanakkan oleh jurusan Proteksi Tanaman. Dengan adanya seminar yang terus dilakukan di Proteksi Tanaman membuktikan bahwa pembelajaraan masih terus berlangsung di masa pandemic ini.

Webinar “Pengelolaan Penyakit Tanaman Perkebunan”

Seminar online Proteksi Tanaman kembali dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 2 Juli 2020 live di Jurusan Proteksi Tanaman FP Universitas Lampung. Seminar kedua PTN ini mengusung tema “Pengelolaan Penyakit Tanaman Perkebunan”. Tema ini membahas mengenai penyakit tanaman perkebunan terutama tanaman lada dan vanili serta pemanfaatan agensia hayati sebagai pengendalian penyakit-penyakit pada tanaman tersebut. Seminar online ini mengundang nara sumber baik yang berasal dari Unila hingga luar Unila. Seminar online ini dibuka secara langsung oleh Dekan FP Universitas Lampung, Prof. Irwan Sukri Banuwa dan dipandu oleh Ivayani, M.Si dari Proteksi Tanaman sebagai moderator.

 

Nara sumber pertama yaitu Dr. Endang Nurcahyani, berprofesi sebagai dosen Fakultas MIPA Universitas Lampung. Beliau menggeluti bidang botani dan molekular bioteknologi tumbuhan. Beliau juga merupakan ketua PS Biologi Terapan, jurusan Biologi, Fakultas MIPA. Beliau membawakan materi berjudul “Tanaman Vanili Tahan Penyakit Layu Fusarium; Tinjauan Molekular”. Materi ini membahas mengenai penyakit pada tanaman vanili ditinjau dari molekularnya serta pemanfaatan asam fusarat dan induced resistance sebagai salah satu cara untuk menghambat perkembangan penyakit.

Nara sumber kedua yaitu Prof. Cipta Ginting, berprofesi sebagai dosen Proteksi Tanaman FP Unila di bidang penyakit tumbuhan khususnya jamur pathogen tumbuhan. Beliau menyampaikan materi berjudul “Pengendalian Penyakit Tanaman Lada”. Materi ini membahas mengenai penyakit pada tanaman lada khususnya penyakit busuk pangkal lada (BPBL) serta pengendaliannya dengan menerapkan pengelolaan hama terpadu (PHT). Nara sumber ketiga yaitu Prof. Loekas Soesanto yang berasal dari Universitas Jenderal Soedirman. Beliau merupakan dosen di bidang Proteksi Tanaman, Universitas Jenderal Soedirman. Beliau memaparkan materi mengenai “Penggunaan Agensia Hayati (Metabolit Sekunder) untuk Pengendalian Penyakit (Hama) Tanaman Perkebunan”. Berbagai penyakit pada tanaman perkebunan seperti kopi, the, kakao, karet, kelapa, cengkih, pala, dan nilam. Selain itu beliau juga membahas mengenai pengendalian penyakit-penyakit pada tanaman perkebunan menggunakan produksi agensia pengendali hayati (APH) seperti metabolit sekunder atau senyawa bioaktif. Peserta seminar online ini terdiri dari kalangan akademisi, praktisi dan lainnya. Harapannya seminar ini memberikan informasi yang bermanfaat bagi pelaku pertanian dan membawa pertanian di Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Kuliah Umum “YUK KENAL PROTEKSI TANAMAN FAPERTA UNILA”

Pertemuan  secara online pada masa ini sedang menjadi trend demikian pula dengan Jurusan Proteksi Tanaman FAPERTA UNILA yang menggelar kuliah umum dan bincang santai dengan siswa SMA, dosen, dan alumni Proteksi Tanaman dari berbagai daerah di Lampung. Diskusi ini diadakan pada hari Rabu 17 Juni 2020 dan membahas tentang apa saja yang ada di Jurusan Proteksi Tanaman. Acara ini merupakan kegiatan kuliah umum sekaligus promosi yang dilakukan jurusan yang baru di buka kembali beberapa tahun ini. Narasumber yang dihadirkan berasal dari kalangan praktisi, akademisi dan alumni yang berkecimpung di bidang Proteksi Tanaman.

Dunia keproteksian dalam pertanian sangat penting keberadaannya. Dapat dicoba bila kita ke lapangan dan tanyakan kepada petani masalah apa yang biasanya dihadapi, 99% dipastikan mereka bertanya hama ini, penyakit itu dan bagaimana obatnya. Jurusan ini memelajari tentang bagaimana cara melindungi tanaman dari Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) baik dari golongan hama, cendawan, bakteri, virus, nematoda, moluska, dan berbagai vertebrata lain melalui pengelolaan agroekositem. Maka dari itu, keberadaan jurusan ini selalu dibutuhkan di dunia pertanian.

Kiprah jurusan ini melahirkan beberapa sosok yang memegang kepemimpinan penting di lingkungan UNILA. Contohnya adalah Prof Purnomo, beliau menjabat sebagai Wakil Dekan I FAPERTA periode ini. Prof Hamim Sudarsono adalah contoh lain, beliau menjabat sebagai Dekan FAPERTA UNILA tahun 2004-2008. Dan beberapa tahun lalu Rektor UNILA juga berasal dari Jurusan Proteksi Tanaman, beliau adalah Prof Hasriadi Mat Akin yang merupakan rektor UNILA tahun 2015-2019.

Lulusan Jurusan Proteksi Tanaman dapat melanjutkan studinya di dalam maupun di luar negeri. Salah satunya adalah Eko Andrianto yang melanjutkan studi master dan doktoral di Universitas Gifu Jepang. Selain itu, lulusan yang dihasilkan oleh jurusan ini dapat berkarya di berbagai bidang pertanian. Joni Hidayat contohnya, beliau bekerja sebagai ASN di Balai Karantina Pertanian Jakarta yang tugasnya adalah mengawasi lalu lintas ekspor impor produk pertanian dari dalam dan luar negeri. Contoh lain adalah Aryo Nugroho yang bekerja di PT Great Giant Food, salah satu perusahaan tebesar di Indonesia sebagai produsen buah buahan. Beliau menangani bagian riset tentang hama yang ada di perkebunan tersebut. Selain menggeluti sektor pertanian tersebut, alumni Proteksi Tanaman juga dapat berkiprah di dunia wirausaha seperti yang dilakukan oleh Wahyu Susanto. Lulusan Proteksi Tanaman yang masuk tahun 2006 ini sekarang menggeluti bisnis madu dan bertindak sebagai pemilik (owner) Rumah Madu Lampung.

Begitu banyak bidang yang bisa dicakup oleh lulusan dari jurusan ini. Maka ayo segera daftarkan diri kalian ke Jurusan Proteksi Tanaman FAPERTA, UNILA.

 

Kajur Baru Proteksi Tanaman FP Unila

Bandar Lampung- Pemilihan Ketua Jurusan Proteksi Tanaman (Kajur PTN) periode 2020-2024 telah selesai dilaksanakan, Selasa (7/04/2020) dengan musyawarah mufakat. Prof. Purnomo resmi berhenti menjadi Kajur PTN dan digantikan oleh Dr. Yuyun Fitriana sebagai Kajur yang baru. Setelah kurang lebih 16 tahun menjabat, Prof. Purnomo akhirnya diberhentikan dengan hormat dari Jabatan Kajur PTN pada tanggal 17 April 2020 berdasarkan SK Rektor No 1092/UN.26/KP/2020. Hal ini tentunya menjadi kebahagiaan sekaligus kesedihan tersendiri bagi mahasiswa, dosen maupun staf Jurusan Proteksi Tanaman. Kesedihan karena sosok beliau yang sangat lekat di mata warga PTN khususnya para alumni sebagai Kajur “terlama” dari tahun 2004 hingga 2020. Kebahagiaan karena beliau memperoleh jabatan baru sebagai Wakil Dekan 1 FP Unila.

SK Dr. Yuyun Fitriana sebagai Ketua Jurusan Proteksi Tanaman, FP Unila.

Selama menjabat sebagai Kajur PTN, banyak prestasi dan perjuangan Prof. Purnomo untuk mempertahankan Proteksi Tanaman sebagai salah satu jurusan terbaik di Fakultas Pertanian, Unila. Menjelang masa akhir jabatan, perjuangan beliau dan warga PTN berhasil membuka kembali jurusan Proteksi Tanaman yang sebelumnya sempat ditutup karena penyatuan Jurusan Proteksi Tanaman, Agronomi dan Ilmu Tanah pada tahun 2007.
Pemilihan Ketua Jurusan Proteksi Tanaman dilakukan dengan musyawarah mufakat yang dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Irwan Sukri Banuwa. Dr. Yuyun Fitriana resmi diangkat sebagai Ketua Jurusan PTN pada tanggal 17 April 2020 berdasarkan SK Rektor N0 1092/UN26/KP/2020. Bergantinya Kajur Proteksi Tanaman menjadi suatu perjuangan baru agar Proteksi Tanaman tetap menjadi salah satu jurusan terbaik di FP Unila. Selain itu besarnya harapan dengan bergantinya Kajur PTN dapat membawa jurusan ini menjadi lebih baik lagi.
Berakhirnya pengabdian menjadi Kajur dilanjutkan dengan pengabdian menjadi Wakil Dekan 1 Fakutas Pertanian, Universitas Lampung tentunya menjadi kebanggaan bagi warga PTN dan para alumni. Ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi dari para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa dan para alumni untuk pengabdian beliau selama ini dan selamat berjuang kembali untuk memajukan Fakultas Pertanian.

Pengujian in vitro Trichoderma

Seminar dan Musda PFI Komda Lampung

Seminar dan Musyawarah Daerah Perhimpunan Fitopatologi Indonesia Komda Lampung baru saja selesai diadakan pada hari kamis, 12 Februari 2020 di Gedung Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Seminar ini merupakan salah satu agenda rutin jurusan proteksi tanaman untuk memberikan informasi terbaru mengenai hama dan penyakit sekaligus mempererat silaturahmi antara dosen, mahasiswa, alumni dan stakeholder.

Kegiatan ini diawali dengan seminar yang disampaikan oleh nara sumber dari kalangan dosen dan kolega kemudian dilanjutkan dengan musyawarah daerah (musda) PFI untuk memilih perangkat baru PFI komda lampung. Adapun seminar disampaikan oleh Dr. Tri Maryono dengan judul “Kajian penyakit busuk akar dan pangkal batang tebu (Xylaria sp.)”, dilanjutkan oleh Prof. Hamim Sudarsono dengan judul “Ulat grayak Spodoptera frugiperda: Biologi, dampak dan antisipasi pengelolaannya”. Seminar terakhir disampaikan oleh Favorisen R Lumbanraja, S.Kom., M.Si., Ph.D. dengan judul “ Tantangan dan peluang komputasi dan sistem informasi di dalam entomologi”. Peserta seminar sangat antusias mengikuti kegiatan. Hal ini dikarenakan tema yang disampaikan sangat informatif terutama bagi peserta yang bekerja di bidang perlindungan tanaman.